Kamis, 11 Juni 2015

Ini 10 SMP Peraih Nilai Indeks Integritas UN Tertinggi

lokanesia
JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis daftar sekolah peringkat sepuluh besar indeks integritas UN SMP tertinggi. Jumlah itu merupakan bagian dari 70 sekolah yang meraih nilai indeks integritas UN SMP di atas 95.
"Ada 70 sekolah yang meraih nilai indeks integritas di atas 95. Namun ada 10 yang mendapatkan peringkat 10 besar," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).
Peringkat pertama dihuni SMPN I Kota Magelang yang mendapatkan nilai 97,12. Sementara, posisi kedua diduduki SMPN 4 Pakem, Sleman yang membukukan nilai sebesar 96,78.
"Sekolah yang meraih nilai indeks integritas tertinggi tersebut secara umum juga meraih rerata nilai UN di atas 90," tegas Rektor Universitas Paramadina tersebut. (esy/jpnn)
sumber :http://www.jpnn.com/read/2015/06/11/309054/Ini-10-SMP-Peraih-Nilai-Indeks-Integritas-UN-Tertinggi

Sabtu, 27 Desember 2014

Setengah Juta Siswa SMA-SMK Ujian Akhir Online


Menyontek saat mengerjakan soal Unas. Foto: Indopos/dok.JPNN
Menyontek saat mengerjakan soal Unas. Foto: Indopos/dok.JPNN
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyusun strategi supaya pergantian ujian nasional (unas) menjadi evaluasi nasional (enas) tidak terkesan sekedar ganti baju. Diantaranya adalah, mulai menerapkan ujian online (computer based test/CBT) tahun depan.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan, ujian akhir secara online sudah digagas pemerintah sejak beberapa tahun terakhir.
Di antara tujuannya adalah, penghematan anggaran untuk percetakan naskah ujian. Selain itu juga memaksimalkan kegunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan menekan potensi naskah ujian bocor.

"Pelaksanaan ujian online pada 2015 sifatnya masih piloting," kata Nizam di Jakarta kemarin.
Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memperkirakan jumlah siswa yang akan menyelenggarakan ujian akhir berbasis online itu mencapai 500 ribu siswa. Rinciannya adalah 50 ribu hingga 100 ribu siswa dari SMA dan 400 ribu siswa SMK.

Nizam mengatakan SMK yang bakal ditunjuk menyelenggarakan ujian akhir berbasis online adalah SMK Pembina atau SMK unggulan. Seperti diketahui, Kemendikbud telah mengeluarkan standar khusus untuk menetapkan sebuah SMK masuk kategori pembina.

"Siswa yang mengerjakan ujian secara online, tidak mendapat kertas ujian lagi. Mereka mengerjakannya pakai komputer dan mouse," terangnya. Panitia sudah mengumpulkan bank data butir soal ujian untuk dikerjakan siswa secara online.
Nilai yang didapat peserta ujian langsud di-record panitia tanpa repot-repot memindai lembar jawaban komputer (LJK).

Dengan estimasi penggunaan paket kertas soal ujian berkurang untuk setengah juta anak, Nizam mengatakan anggaran unas 2015 (rencanaya diganti enas) tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Seperti diketahui anggaran unas setiap tahun rata-rata sekitar Rp 600 miliar.

Nizam menjelaskan karena ujian akhir online masih bersifat piloting, tetap ada siswa yang mengerjakan soal berbasis kertas (paper based test). Untuk itu Kemendikbud tetap membuka lelang logistik unas 2015. Rencananya tender logistik unas 2015 dibuka awal Januari depan.

Terkait kepastian perubahan unas menjadi enas, Nizam masih belum bisa menegaskannya.
"Belum ada keputusan dari Pak Menteri (Anies Baswedan, red). Yang saya tahun (perubahan unas menjadi enas, red) masih dibicarakan," ungkap Nizam. Ketika ada perubahan, Nizam memastikan bakal keluar keputusan resmi dari Mendikbud.

Rencananya Kemendikbud akan memanggil seluruh panitia unas 2015 tingkat provinsi Senin (29/12). Panitia ini diantaranya adalah dari unsur dinas pendidikan tingkat provinsi dan perguruan tinggi negeri (PTN). Informasi yang muncul, pertemuan ini sekaligus untuk sosialisasi perubahan unas menjadi enas.

Pertemuan yang bakal dipimpin langsung Mendikbud Anies Baswedan juga akan memastikan pembentukan kepanitian unas 2015 tingkat provinsi. Kemudian sosialisasi pelelangan logistik, pembagian tugas dan tanggung jawab panitia pusat dan daerah, hingga penetapan jadwal pelaksanaan unas 2015.
"Akan dibahas juga aspek teknis seperti monitoring ujian dan pengamanannya," pungkas Nizam. (wan)
sumber :http://www.jpnn.com/read/2014/12/27/277786/Setengah-Juta-Siswa-SMA-SMK-Ujian-Akhir-Online-